This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 April 2014

Contoh Cerpen dan Penokohannya



KHALIFAH SANG PEMBAWA KEBENARAN

Hiduplah seorang khalifah yang sangat baik, berperawakan tinggi besar, berkulit putih, hidung mancung. Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan, hampir seluruh warga di negerinya mengenalnya. Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain, segala rintangan beliau hadapi, mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian warga yang tidak mau menerima dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah semangat untuk menyebarkan Islam.
Hingga suatu saat ia memutuskan untuk berdakwah ke negeri Prancis. Berhari-hari ia mengarungi lautan untuk ke Prancis. Sesampainya di Prancis pendakwah tersebut meminta izin perjalanan dan berdakwah kepada Raja Prancis.
Berjalanlah khalifah tersebut ke Istana Raja Prancis. Raja yang telah mendengar kedatangan dari khalifah tersebut menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan berlimpah ruah. Makanan tersebut beraneka ragam. Namun, sebelum makan sang khalifah bertanya kepada raja.
Khalifah       : “Wahai raja, bahan makanan apa saja yang anda sediakan ini?”
Raja             :”Bahan makanan yang saya sediakan terdiri dari daging ayam,
  daging unta, daging babi dan sapi yang saya impor dari Indonesia”
Khalifah       :”Apa babi?” (wajah terkejut)
Raja             :”Iya khalifah, ada apa khalifah? Daging babi ini sangat empuk dan
 lezat, ini adalah makanan favorit saya.” (dengan wajah semangat)
Khalifah       :”Oh begitu rupanya, tetapi beribu maaf saya tidak dapat menikmati
 semua makanan anda.”
Raja             :”Kenapa begitu wahai khalifah? Bukannya semua makanan ini tampak
 lezat?” (penasaran)
Khalifah       :”Sekali lagi maaf raja, saya tidak dapat memakan daging babi.”
Raja             :”Kenapa begitu wahai khalifah?” (dengan nada bicara agak tinggi)
Khalifah       :”Saya sudah kenyang wahai raja, eeeehhkkk” (sambil sendawa)
Raja             :”Oh baiklah kalau begitu wahai khalifah” (dengan  wajah senang)
          Setelah itu Raja mengajak khalifah jalan-jalan mengelilingi istananya yang sangat megah. Namun raja terus saja memikirkan kenapa sang khalifah tidak bersedia makan daging babi, raja berpikir tidak mungkin khalifah itu tidak lapar setelah menempuh perjalanan sangat jauh. Raja pun menanyakan hal itu lagi kepada sang khalifah.
Raja             :”Maaf khalifah, saya ingin tau, kenapa khalifah tidak mau memakan
  makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah tidak lapar setelah
  menempuh perjalanan yang jauh.”
Khalifah       :”Karena daging babi itu haram wahai raja.”
          Mendengar perkataan khalifah tersebut, raja menjadi naik darah dan ingin berbicara empat mata dengan sang khalifah. Tapi sebelum itu khalifah diberi hukuman oleh sang raja karena sudah menyinggung perasaannya. Hukumannya adalah sang khalifah disuruh mencuci piring didapur. Setelah itu sang khalifah menemui raja di ruangan khusus pribadi milik raja.
Raja             :”Hei kau khalifah, mengapa daging selezat babi kau anggap haram?”
  (dengan nada tinggi)
Khalifah       :”Wahai raja, asal raja tau daging babi itu kotor dan banyak
  penyakitnya, jadi kita tidak boleh memakannya.”
Raja             :”Tapi daging babi adalah daging berkualitas tinggi dan daging babi
ini sudah kami bersihkan, sampai baunya pun tidak ada sama sekali. Lalu kenapa khalifah tetap tidak mau memakannya?”
Khalifah       :”Ya sudah kalau begitu, sekarang saya meminta raja memasukkan 2
babi jantan dan  1 babi betina dalam satu kandang, lalu bandingkan
dengan 2 ekor ayam jantan dengan 1 ekor ayam betina dalam satu
kandang pula. Dan lihat apa yang mereka lakukan.”
Raja terkejut mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang khalifah. Setelah memasukkan kedalam kandang. Sang raja terpukau saat melihat ayam jantan saling berebut ayam betina untuk menjadi pasangannya sampai salah satu ayam jantan tersebut mati. Sedangkan babi saling berbagi dengan sejenisnya bahkan babi betina tak dihiraukan.
Raja sangat terkejut melihat kejadian itu, dan langsung kembali ke istana. Namun raja penasaran bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi alias sang raja terhipnotis oleh ulah babi. Malamnya pun raja memanggil prajurit dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Sang permaisuri pun dengan ramah menerima ajakan sang raja. Tanpa diduga-duga raja mengikuti apa yang dilakukan babi alias berhubungan sesama jenis. Tidak sengaja prajurit lain mengintip dari lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak wajar yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada sang khalifah.
Keesokan harinya sang permaisuri menangis dan pulang ke negeri ayahnya yaitu negeri Inggris. Dan mengadukan semua perbuatan bejat sang raja. Raja Inggris pun sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya. Inggris pun menyerang Prancis. Karena prancis tidak ada persiapan dan keadaan istana sedang kacau, Prancispun kalah dalam peperangan tersebut. Dan raja Inggris berniat untuk menjodohkan putrinya pada sang Khalifah yang sangat baik. Namun sang khalifah memberi syarat agar sang putrid an raja Inggris memeluk Islam, mereka pun menurutinya, dan khalifah menikah dengan sang putri.

~SEKIAN~












A.   Penokohan :
1.     Raja Prancis :
a.    Baik hati, dibuktikan dengan raja menerima dengan senang hati kedatangan sang khalifah. Terdapat dalam kalimat ”..Raja yang telah mendengar kedatangan dari khalifah tersebut menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan berlimpah ruah. Makanan tersebut beraneka ragam…”
b.    Pemarah, dibuktikan dengan beberapa kali bicara dengan nada tinggi.
c.    Penasaran dan selalu ingin tahu, dibuktikan dengan menanyakan lagi kenapa sang khalifah tidak mau memakan daging babi. Dalam kalimat ”Maaf khalifah, saya ingin tau, kenapa khalifah tidak mau memakan makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah tidak lapar setelah menempuh perjalanan yang jauh.”
Dan juga raja yang penasaran dengan hal yang dilakukan babi, terdapat dalam kalimat ”…Namun raja penasaran bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi alias sang raja terhipnotis oleh ulah babi…”
d.    Gampang terpengaruh, dibuktikan dengan Raja yang langsung mengikuti kata khalifah untuk memasukkan beberapa babi dan ayam dalam kandang, terdapat dalam kalimat “Raja terkejut mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang khalifah…”
Dan juga mengikuti perilaku babi yang dilihatnya, terdapat dalam kalimat “…Malamnya pun raja memanggil prajurit dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Raja mengikuti apa yang dilakukan babi alias berhubungan sesama jenis…”

2.    Sang Khalifah :
a.    Baik hati. Dibuktikan dengan kalimat “Hiduplah seorang khalifah yang sangat baik, berperawakan tinggi besar, berkulit putih, hidung mancung.”
b.    Ramah dan dermawan. Dibuktikan dengan kalimat “…Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan, hampir seluruh warga di negerinya mengenalnya…”
c.    Tidak pantang menyerah. Dibuktikan dengan sang khalifah yang selalu berdakwah ke berbagai negeri, meskipun bahaya ada didepan mata, dan banyak hambatan. Terdapat dalam kalimat “..Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain, segala rintangan beliau hadapi, mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian warga yang tidak mau menerima dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah semangat untuk menyebarkan Islam.”
d.    Teliti sebelum bertindak. Dibuktikan dengan sang khalifah bertanya terlebih dahulu kepada sang raja bahan makanan apa saja yang dihidangkan oleh raja. Terdapat dalam kalimat “Wahai raja, bahan makanan apa saja yang anda sediakan ini?”
e.    Penyabar. Dibuktikan dengan meskipun raja selalu bertanya kenapa ia tidak mau memakan babi dan selalu menyalahkan pendapat khalifah, tetapi khalifah selalu menjawab pertanyaan raja.

3.    Prajurit.
a.    Tegas dan adil. Dibuktikan dengan prajurit mengadukan perbuatan bejat rajanya sendiri terhadap sang khalifah. Terdapat dalam kalimat ”…Tidak sengaja prajurit lain mengintip dari lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak wajar yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada sang khalifah.”

4.    Sang Putri.
a.    Ramah dan penurut. Dibuktikan dengan selama menjadi permaisuri raja Prancis sang putri selalu menuruti dan ramah terhadap raja. Terdapat dalam kalimat ”…Sang permaisuri pun dengan ramah menerima ajakan sang raja...”

5.    Raja Inggris.
a.    Pemarah dan tegas. Dibuktikan dengan raja Inggris sangat marah ketika mengetahui perbuatan bejat raja Prancis, dan langsung menyerang prancis. Terdapat dalam kalimat “…Raja Inggris pun sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya. Inggris pun menyerang Prancis…”

Kamis, 24 April 2014

Membuat Lulur Alami Sendiri

Makasih buat temen-temen yang sudah buka blog ane.
Kali ini ane mau bagi-bagi cara buat lulur sendiri di rumah. Buat temen-temen yang pengen punya kulit putih kayak artis-artis gitu, yok dibaca ! :D
#Gue juga pengen sih


Mangir.
Pemakaian mangir secara teratur akan memberikan manfaat mencerahkan dan menghaluskan kulit, menghilangkan bekas luka pada kulit, serta menjadikan kulit kuning langsat dan harum.Bau rempah yang berasal dari bahan pembuat lulur ini dipercaya juga mampu mengembalikan semangat.
Bahan dasar lulur mangir adalah :
- 1 genggam beras,rendam dalam air selama 2 jam
- Tepung Beras
- Temu Giring
- Kunyit
- Bubuk Kranggean
- Kencur
- 4 butir cengkeh
Cara membuatnya, haluskan semua bahan tadi dengan blender sampai tingkat kelembutan yang diinginkan.Gunakan untuk lulur.


Kopi
Kopi dipercaya mempunyai khasiat menghaluskan kulit yang terasa kasar dan kusam.Selain itu, kopi juga dipercaya sebagai salah satu bahan detoksifikasi, yaitu mengeluarkan racun dari dalam tubuh kita.
Bahan dasar lulur kopi adalah :
- 4 sendok makan kopi bubuk
- 1 sendok makan biji adas
- 1 sendok makan tepung beras

- 1 sendok makan madu
Campurkan semua bahan tadi dalam satu wadah, lalu langsung gunakan untuk lulur.


Susu

Susu dipercaya dapat digunakan untuk memutihkan dan melembabkan kulit yang kering.Selain itu dapat mengangkat sel-sel kulit mati sehingga kulit terlihat halus dan tidak bersisik..
Bahan dasar lulur susu adalah :
- 4 sendok makan susu bubuk
- 2 sendok makan tepung bengkoang
- 1 sendok makan tepung gandum

- 1 sendok makan minyak zaitun
- Air secukupnya

Campurkan semua bahan tadi dalam satu wadah, lalu langsung gunakan untuk lulur.

Coklat
Adanya katekin yang merupakan antioksidan yang kuat yang ada dalam coklat dapat mencegah penuaan dini, keriput dan melindungi dari polusi menjadikan kulit bercahaya dan awet muda.Kandungan coklat dalam lulur juga memberi efek relaksasi untuk meredakan stress.
Bahan dasar lulur coklat adalah :
- 4 saendok makan bubuk coklat

- 2 sendok makan tepung beras merah
- 1 sendok makan biji adas

- Air secukupnya.
Campurkan semua bahan tadi dalam satu wadah hingga berbentuk pasta.Kemudian gunakan untuk lulur.Dapat disimpan di lemari es terlebih dahulu.


Alpukat

Alpukat dapat mencegah penuaan dini, serta dapat mendinginkan kulit.Kandungan lemak pada alpukat dipercaya dapat menutrisi kulit kering sehingga mengurangi kerutan dan sisik kasar pada kulit kering.
Bahan dasar lulur alpukat adalah :

- 1 buah alpukat matang
- 4 sendok makan tepung beras merah
- 2 sendok the minyak zaitun
Hancurkan buah alpukat, campurkan semua bahan tadi dalam satu wadah hingga berbentuk pasta.Kemudian gunakan untuk lulur.Dapat disimpan di lemari es terlebih dahulu.



Selamat mencoba ! :D
Moga bermanfaat buat temen-temen semua.

Rabu, 23 April 2014

Makalah Al-Qur'an PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”. Di Indonesia sudah banyak terjadi kasus kenakalan remaja seperti tawuran antar pelajar, remaja yang hamil diluar nikah, remaja yang menkonsumsi narkoba dan sebagainya. Tercatat jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan. Hal ini disebabkan kurang tersedianya waktu orang tua untuk mendidik anak, pengaruh lingkungan, pengaruh teman sepermainan serta faktor kesenangan dari remaja sendiri.
Salah satu agen yang berperan penting dalam pembentukan karakter anak adalah kelurga, dimana keluarga adalah tempat sosialisasi pertama seorang anak. Keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi kasih sayang dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan pada anak. Jika keluarga tidak dapat menciptakan pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok.
Pentingnya kajian tentang penanggulangan kenakalan remaja di harapkan dapat memberikan solusi terhadap cara menangani kenakalan remaja dan di harapkan dapat menurunkan angka kenakalan remaja dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, dalam makalah ini saya akan membahas tentang penanggulangan kenakalan remaja melalui pendidikan keluarga.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah cara menanggulangi kenakalan remaja?
2.      Bagaimanakah perananan keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja?     

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui cara menanggulangi kenakalan remaja.
2.      Untuk mengetahui peranan keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja.

D.     METEDOLOGI
Metode yang saya gunakan untuk mengumpulkan data, yaitu saya menggunakan buku literature, tehnik library research, web, internet dan segala sesuatu yang mendukung dalam penulisan makalah ilmiah ini.
                                                                            
BAB II
PEMBAHASAN

A.       KAJIAN TEORI.
1.      Tinjauan Tentang Kenakalan Remaja.
a.     Pengertian remaja.
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. (Haryanto, 2010)  Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik .
Pada masa ini anak mengalami perkembangan untuk kematangan fisik, mental, sosial, dan emosional. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Ia berada pada masa transisi.
Jadi masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkatan orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. (Elizabeth B. Hurlock, 1980) Transisi di masa remaja melibatkan sejumlah perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. (John W. Santrock, 2007)

b.      Pengertian kenakalan remaja.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. (Haryanto, 2011)  Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Menurut Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
Jadi, kenakalan remaja atau juvenile delinquency adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa.

c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja.
1)        Faktor eksternal :
a)    Keluarga (rumah tangga)
Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik atau disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga sehat atau harmonis. (Ridwan Prasetyo, 2012)

b)   Sekolah
Kondisi sekolah yang tidak baik dapat mengganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. (Haryanto, 2012) Misalnya, kurikulum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang. Dalam hal ini yang paling berperan adalah guru Agama, guru PKN dan Bimbingan Konseling, meskipun semua elemen sekolah bertanggung jawab atas perilaku anak di sekolah.

c) Kondisi masyarakat (lingkungan sosial)
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. (Haryanto, 2012) Lingkungan yang tidak sehat misalnya beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan. Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari. Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya.

2)        Faktor internal :
a)        Krisis identitas.
Pada tahun-tahun awal masa remaja, penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting. Lambat laun mereka mulai mendambakan suatu identitas diri. Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat, apakah ia seorang anak atau seorang dewasa, dan sebagainya. Tetapi status remaja yang mendua dalam kebudayaan yang menyimpang saat ini menimbulkan suatu dilema yang menyebabkan krisis identitas atau masalah identitas-ego pada remaja. (Elizabeth B. Hurlock. 1980)
b)        Kontrol diri yang lemah.
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

d.      Cara menanggulangi kenakalan remaja.
Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam menanggulangi kenakalan remaja, yaitu :
1)        Membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
2)         Mewujudkan ketentraman dan ketenangan psikologis anak.
3)         Mewujudkan sunnah Rasulullah saw. (Abdurrahman An Nahlawi, 1995)
Dengan mewujudkan sunnah Rasulullah di dalam kehidupan membuat anak terbiasa dengan ajaran islam. Di zaman sekarang ini, tanggung jawab keluarga untuk menanamkan sunnah Rasul terhadap anak semakin penting mengingat banyak terjadi kenakalan remaja.
4)        Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini.
Salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.
5)        Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya.
6)        Berbuat secara bijaksana.
Tidak memaksa anak untuk melakukan sesuatu ataupun membiarkan anak berbuat sesuatu, kecuali sesuatu itu tidak membahayakan dirinya dan tidak menyimpang dari ajaran Islam.
7)        Memberikan pendidikan secara tegas terhadap anak.
Dalam mendidik anak orang tua harus mempunyai sikap tegas. Disinilah pentingnya orang tua seiring dan sejalan mendidik anak.

2.      Peran Keluarga dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja.
Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Sedangkan masyarakat sendiri adalah merupakan unit dalam membentuk negara. (Ridwan Prasetyo, 2012)  Oleh karena itu, keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan setiap karakter anak. Karakter sebagai kunci bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan hal yang penting bagi pembentukan karakter itu sendiri.
Anak-anak akan tumbuh dan dibesarkan di dalam rumah yang dibangun dengan dasar ketakwaan kepada Allah akan membangun karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Keluarga yang dilandasi kasih sayang dan ketentraman psikologis yang interaktif, anak akan tumbuh dalam suasana bahagia, percaya diri, tenteram, kasih sayang, serta jauh dari kekacauan, dan penyimpangan-penyimpangan sosial. (Abdurrahman An Nahlawi, 1995),
Selain itu faktor cara mendidik orang tua juga berpengaruh terhadap anak, orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya acuh tak acuh terhadap pendidikan anaknya membuat anak mengalami kesukaran-kesukaran menumpuk sehingga mengalami ketinggalan dalam belajarnya dan menjadi malas belajar, dan anak melakukan penyimpangan-penyimpangan sosial. (Slameto, 2003)
Peran keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja diantaranya :
a.       Mendidik generasi yang memiliki karakter sesuai ajaran agama.
Suatu keluarga dikatakan sebagai keluarga kecuali apabila tergambar nilai-nilai hal telah diajarkan dalam agama dan anak-anaknya dididik dengan pendidikan sesuai ajaran dalam agamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat at Tahrim ayat 6 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Metode yang digunakan diantaranya : keteladanan, mengajak dengan sikap bijaksana (hikmah) dan nasehat yang baik,cerita dan pengalaman, hadiah dan hukuman.
b.      Menjaga adab berinteraksi terhapap lingkungan, keluarga, dan masyarakat.
c.       Mendorong anak yang telah dibekali dengan akhlak yang mulia untuk terjun dalam masyarakat.
Akhlak mulia itu terangkum dalam dua hal yaitu menunaikan kewajiban dan memelihara hak.
d.      Mengarahkan anak untuk selalu berprestasi dan kreatif.
Bukan hanya mendorong, akan tetapi juga mengarahkan dan memberikan sarana yang dibutuhkan untuk memicu prestasi dan kreatifitas masing-masing.
e.       Mengarahkan anak untuk selalu bertakwa kepada Tuhan.
f.       Membina hubungan baik antar keluarga.

B.     KAJIAN FAKTUAL.
Belakangan ini, kasus-kasus kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia menjadi sungguh sangat memprihatinkan. Fakta dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2009 menyatakan bahwa 7% dari pelaku penyalahgunaan Narkotik, Psikotropika, dan Bahan zat adiktif (Narkoba) dari tahun 2001 hingga tahun 2008 di Indonesia adalah remaja berusia kurang dari sembilan belas tahun. Disimpulkan pula bahwa, rata-rata kenaikan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba ini kurang lebih sekitar 2% tiap tahunnya. (Azul Grana, 2011)  Bayangkan jumlah remaja di Indonesia, mencapai kurang lebih 65 juta remaja, yang bisa hancur akibat Narkoba dengan sangat cepat melihat fakta yang terjadi begitu memprihatinkan. Selain kasus narkoba, tercatat hingga Juni 2009 ada 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun. Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.  Remaja kebanyakan sudah mengenal seks bebas, mereka tidak memperdulikan lagi kehormatan dirinya. Kebanyakan remaja melakukan hal-hal negatif  seperti ini karena alasan ingin coba-coba, tidak mau  dianggap culun oleh teman sebayanya karena tidak melakukan hal yang dilakukan kelompoknya.
Relasi antar anggota keluarga sangat berpengaruh terhadap anak, sering kali orang tua yang berkelahi di depan anak-anaknya, membuat anak tertekan dan ketakutan. Orang tua yang sibuk bekerja dari pagi sampai tengah malam untuk kehidupan anaknya, kebanyakan orang tua lebih mementingkan pekerjaannya dari pada anak-anaknya. Para orang tua pun rata-rata memiliki pembantu rumah tangga di rumahnya untuk menjaga anaknya. Kesibukan orang tua membuat anak sulit untuk berkomunikasi dengan orang tuanya dan sulit untuk mencurahkan kasih sayang terhadap anaknya. Sebagian orang tua membiarkan anaknya kemana saja, sedikit perhatian orang tua kepada anaknya karena kesibukan di tempat kerja. Ada juga orang tua yang mengekang anaknya, tidak memberikan anaknya keluar rumah dengan alasan apapun. Orang tua yang mengekang anaknya beralasan takut jika anaknya melakukan hal yang tidak di inginkan.

C.     KAJIAN ANALISIS.
Berdasarkan kajian faktual di atas, saya akan menganalisa :
1.      Menjaga kehormatan diri.
Banyak studi yang yang memperlihatkan bahwa harga diri cenderung menurun di masa remaja awal, khususnya pada remaja perempuan. Para peneliti menemukan bahwa harga diri sering kali mengalami transisi dari sekolah dasar menuju sekolah menengah. Sesungguhnya, selama dan setelah mengalami banyak transisi hidup, harga diri individu sering kali mengalami penurunan. (John W. Santrock, 2007)
Menurut saya sebagai seorang mukmin hendaknya kita menjaga kehormatan diri, tidak gampang terpengaruh dengan hal-hal yang negatif, menjaga diri dapat dilakukan dengan senantiasa mengingat Allah swt. Yang selalu mengawasi kita dalam keadaan apapun.
Disinilah peran keluarga sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman dini kepada anak, seperti menjelaskan kepada anak tentang dampak dari seks bebas, menunjukan kepada anak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kewajiban menjaga kehormatan diri, dan membentengi keimanan anak dengan kalimat-kalimat tasbih. Hal ini dapat mencegah anak melakukan perbuatan yang negatif. Perintah untuk menjaga kehormatan diri dijelaskan dalam surah An-Nur ayat 33
  
Artinya : “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya….”

2.      Larangan menkonsumsi sesuatu yang memabukkan.
Kasus pengggunaan narkoba pada remaja naik 2% tiap tahunnya. Narkoba adalah obat-obatan terlarang yang memabukkan. (Azul Grana, 2011) Hukum menkomsusi sesuatu yang memabukkan dalam Islam adalah haram, karena bisa membuat hilangnya kesadaran. (Ahmad Sudardi, 2013)
Menurut saya remaja menkonsumsi narkoba karena pengaruh dari temannya, bisa juga karena masalah yang dihadapinya dirumah. Seperti orang tua yang berkelahi, mendapat tekanan dari orang tua, dan merasa tidak diperhatikan.
Maka dari itu peran keluarga sangat diperlukan untuk membentuk karakter anak yang sesuai dengan ajaran Islam, menjaga keharmonisan dalam keluarga dapat memberikan dampak positif pada anak. Selain menjaga keharmonisan dalam keluarga, orang tua harus mampu memberikan gambaran kepada anak tentang hal-hal yang diharamkan oleh agama dan dampak negatif dari hal itu. Salah satunya dengan cara memberi tahu anak ayat yang menjelaskan di haramkan menkomsumsi sesuatu yang memabukkan terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 219
Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…”

3.      Relasi antaranggota keluarga.
Relasi antaranggota keluarga berperan penting terhadap anak. (Slameto, 2003) Bila hubungan remaja dengan anggota keluarga tidak harmonis, biasanya kesalahan terletak pada kedua belah pihak, misalnya kesenjangan anatara anak dan orang tua mereka, hal ini disebabkan karena adanya perubahan radikal dalam nilai dan standar perilaku remaja, untuk menghindari kesenjangan tersebut orang tua perlu menjaga relasi antaranggota keluarga. (Elizabeth B. Hurlock, 1980)
Wujud relasi itu misalnya apakah hubungan itu penuh dengan kasih sayang dan pengertian, ataukah diliputi oleh kebencian, sikap terlalu keras, ataukah sikap acuh tak acuh dan sebagainya. Begitu juga jika relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota keluarga yang lain tidak baik, akan dapat menimbulkan masalah kedepannya. Jika relasi antaranggota tidak baik akan menyebabkan perkembangan anak terhambat, belajarnya terganggu dan bahkan menimbulkann masalah-masalah psikologis anak yang membawa anak untuk melakukan penyimpangan sosial. Orang tua yang berkelahi di depan anaknya dapat membuat anak tertekan dan mengganggu psikologis anak.
Menurut saya, sebaiknya jika orang tua mempunyai masalahan jangan menunjukkan di depan anaknya, berikanlah contoh teladan yang baik bagi anak sehingga anak tidak melakukan hal-hal yang negatif.

4.      Pentingnya kasih sayang orang tua terhadap anak.
Naluri menyayangi anak merupakan potensi yang diciptakan bersamaan dengan penciptaan manusia dan binatang. (Abdurrahman An Nahlawi, 1995)  Allah menjadikan naluri itu sebagai salah satu landasan kehidupan alamiah, psikologis, dan social mayoritas mahkluk hidup. Keluarga sebagai faktor utama pembentuk karakter anak bertanggung jawab untuk memberikan kasih sayang terhadap anaknya karena kasih sayang merupakan landasan terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan psikologis dan sosial anak. Jika anak tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarganya kehidupan bermasyarakatnya akan dicemari penyimpangan-penyimpangan, anak akan sulit berteman atau bekerja sama.
Menurut saya dengan memberikan kasih sayang terhadap anak, dapat mencegah anak melakukan penyimpangan sosial seperti kenakalan remaja karena anak tidak kekurangan kasih sayang. Ayat yang menjelaskan pentingnya kasih sayang keluarga terhadap anak terdapat dalam surah Al-Anfal ayat 28
  
Artinya :” dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

5.      Pentingnya perhatian orang tua terhadap anak.
Bagi seorang anak, perhatian dari orang tua, memiliki arti yang sangat penting. (Rivai Silaban, 2012)  Perhatian akan membuat jiwanya menjadi kaya, dan merasa dirinya dihargai dan dianggap penting. Sebaliknya, jika anak kurang mendapatkan perhatian, dia akan merasa bahwa dirinya tidak penting dan perlahan akan timbul kekecewaan dan putus asa. Sekecil apapun perhatian orang tua terhadap anaknya, menjadi penting bagi perkembangan jiwanya. Meski hanya dalam bentuk belaian, ungkapan/ucapan sayang, senyuman, memuji sikap baiknya, menghargai hasil karyanya, mendengarkan kisahnya, sesekali menemaninya bermain.
Menurut saya perhatian orang tua terhadap anak sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Bentuk perhatian orang tua dapat berupa selalu mengkontrol anak. Memberikan nasihat kepada anak, membimbing anak belajar di rumah, dan sebagainya. Ayat yang menjelaskan pentingnya perhatian terhadap anak dijelaskan dalam surah An-Nisa ayat 9
  
Artinya : “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

6.      Pentingnya komunikasi antar orang tua dan anak.
Komunikasi adalah cara untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk dengan anak. (Mizan Dian, 2014) Dengan adanya komunikasi,  bisa belajar memahami apa yang anak perlukan dan atau inginkan. Pentingnya komunikasi orang tua dengan anak membuat orang tua tau tentang apa saja yang dilakukan anak. Menyempatkan berkumpul dengan anak membuat mudah orang tua untuk berkomunikasi dengan anak.
Cara membangun komunikasi dengan anak dapat dengan cara memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak, meluangkan waktu dan menjadi pendengar yang baik bagi anak, mendorong anak untuk bercerita.
Menurut saya dengan menjaga komunikasi dengan anak dapat membentuk karakter anak yang positif, kedekatan orang tua dengan anak membuat anak merasa lebih dihargai. Hal ini dapat mencegah anak melakukan hal-hal yang negatif. Komunikasi orang tua dengan anak dijelaskan dalam surah Al-Luqman ayat 13

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

7.      Orang tua yang mengekang anaknya.
Orangtua sering menganggap terlalu banyak ancaman di luar rumah. Tentu  pikiran seperti ini akan memengaruhi cara orang tua memperlakukan anak. Misalnya orang tua yang mengekang anaknya. (okezone, 2011)  Dari situ akan timbul sejumlah efek yang sangat merugikan anak yang tak lagi bisa dikatakan remaja. Misalnya, mereka akan kesulitan untuk bersosialisasi karena seringnya orang tua melarang remaja untuk bermain, mereka akan lebih keras kepala,serta kurang bisa bertanggung jawab.
Menurut saya boleh saja orang tua memberikan perhatian kepada anak, tetapi jangan sampai mengekang anak. Mengekang anak dapat membuat anak merasa tertekan yang berpotensi anak melakukan hal-hal yang negatif. Lebih baik orang tua dan keluarga memberikan kebebasan bagi anak tetapi tetap mengawasi kegiatan anaknya. Dan memberikan anak untuk mandiri.

D.     PEMECAHAN MASALAH.
Berdasarkan uraian diatas dapat di ketahui bahwa penyebab kenakalan remaja berasal dari dalam diri remaja sendiri maupun dari luar. Peran keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja sangat penting. Keluarga dapat membentuk mental pribadi remaja yang baik dan kukuh sehingga tidak mudah terombang ambing.
 Tindakan nyata dalam menanggulangi kenakalan remaja dapat di klasifikasikan menjadi dua tindakan yaitu ; tindakan Preventif dan Kuratif. Tindakan Preventif  (Pencegahan) dapat dilakukan oleh orang tua agar anak dapat terhindar dari krisis identitas diri dan lemahnya kontrol diri remaja sebagai faktor  internal penyebab kenakalan remaja maka orang tua hendaknya menanamkan pendidikan mental pribadi pada anak melalui pengajaran atau pendidikan agama dan memberikan contoh teladan yang baik kepada anak-anaknya. Menanamkan rasa disiplin terhadap anak, dengan cara memberikan peraturan-peraturan khusus kepada anak yang harus di patuhi .
 Untuk menghindari kenakalan remaja yang di sebabkan oleh faktor eksternal (dari luar diri anak) maka orang tua hendaknya mencurahkan kasih sayang dengan memberikan perhatian khusus kepada anaknya sehingga mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialaminya. Komunikasi  dengan anak  dan hubungan yang harmonis tetap harus dijaga.
Anak diberi kebebasan melakukan aktivitas dan berkreasi dalam berbagai bidang, ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang positif, namun orang tua tetap harus memberikan pengawasan dan mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak di luar rumah.
Jika kenakalan remaja telah terjadi maka tindakan kuratif yang dapat dilakukan adalah orang tua hendaknya mengadakan intropeksi sepenuhnya akan ke khilafan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan. Memahami sepenuhnya latar belakang terjadinya kenakalan yang menimpa anaknya. Meminta bantuan para ahli seperti psikolog dalam mengawasi perkembangan kehidupan anak, apabila dipandang perlu. Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari.


BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN.
Berdasarkan uraian pada bab-bab terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Cara menanggulangi kenakalan remaja yang paling utama adalah melalui pendidikan keluarga karena di lingkungan keluarga anak pertama kali mengenal pendidikan, dan anak mendapatkan nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya di masa akan datang.
2.      Keluarga sangat berperan penting dalam menanggulangi kenakalan remaja yang disebabkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Tindakan preventif (pencegahan) dapat dilakukan dengan menanamkan pendidikan mental melalui pendidikan agama, dan contoh teladan yang baik serta menanamkan rasa disiplin terhadap diri anak. Perhatian, kasih sayang dan komunikasi dengan orang tua harus dijaga agar dapat terhindar dari faktor eksternal yang menyebabkan kenakalan remaja. Adapun tindakan kuratif yang dapat dilakukan adalah orang tua hendaknya mengadakan introspeksi diri dan mengadakan kerja sama terhadap psikolog jika diperlukan.

B.     SARAN.
1.      Bagi Orang Tua.
Sebaiknya orang tua lebih memperhatikan anaknya, mencurahkan kasih sayang terhadap anak, menjaga komunikasi dengan anak agar anak terhindar dari kenakalan remaja.
2.      Para Pendidik (Guru)
Memberi gambaran kepada siswa, cukup banyak permasalahan tentang salah pergaulan yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu konsultasi dan penyuluhan tentang pergaulan yang baik dan benar sangat diperlukan, dan kegiatan ini dapat berjalan dengan bantuan seorang guru.
3.      Para Remaja.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai tuntutan dan norma yang berlaku di dalam masyarakat dan juga ajaran agama. Agar kita dapat menjadi remaja yang baik dan agar kita bisa menciptakan Negara dan bangsa yang sukses.
4.      Bagi Masyarakat Umum
Bagi masyarakat umum hendaknya ikut berpartisipasi guna pencegahannya. Apabila melihat hal-hal yang tidak wajar yang dilakukan oleh masyarakat khususnya para remaja segera laporkan ke penegak hukum setempat agar diberi penyuluhan dan pengarahan.

C.     PENUTUP.
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Saya berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. Pengertian Remaja, Dalam http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/, 2010.
_______. Pengertian Kenakalan Remaja, Dalam http://belajarpsikologi.com/kenakalan-remaja/, 2011.
_______. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja, Dalam http: //belajarpsikologi.com/cara-mengatasi-kenakalan-remaja/, 2012.
Prasetyo Ridwan. Peran Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Bangsa, Dalam http: //ridwanprasetyo77.blogspot.com/2012/11/peran-keluarga-dalam-membangun-bangsa.html, 2012.
Grana Azul. Kenakalan Remaja di Indonesia, Dalam http://leo-meeth.blogspot.com /2011/03/fakta-kenakalan-remaja.html, 2011.
Sudardi Ahmad. Hukum Meminum Minuman yang Memabukkan, Dalam http: //ahmadsudardi.blogspot.com /2013/06/turunnya-ayat-yang-melarang-minuman.html, 2013.
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta, 2003.
An Nahlawi, Abdurrahman. Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat. Jakarta : Gema Insani Press, 1995.
W. Santrock, John. Remaja. Jakarta : Erlangga, 2007.
B. Hurlock, Elizabeth. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga, 1980.
Silaban Rivai. Perhatian Orang Tua terhadap Anak,  Dalam http: //ak-site.blogspot.com /2012/02/bentuk-perhatian-oarang-tua-terhadap.html, 2012.
Dian Mizan. Komunikasi Orang Tua dengan Anak, Dalam http: //www.mizandiansemesta.co.id /artikel-3/, 2014.