KHALIFAH SANG PEMBAWA KEBENARAN
Hiduplah
seorang khalifah yang sangat baik, berperawakan tinggi besar, berkulit putih,
hidung mancung. Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan, hampir seluruh
warga di negerinya mengenalnya. Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain,
segala rintangan beliau hadapi, mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian
warga yang tidak mau menerima dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah
semangat untuk menyebarkan Islam.
Hingga
suatu saat ia memutuskan untuk berdakwah ke negeri Prancis. Berhari-hari ia
mengarungi lautan untuk ke Prancis. Sesampainya di Prancis pendakwah tersebut
meminta izin perjalanan dan berdakwah kepada Raja Prancis.
Berjalanlah
khalifah tersebut ke Istana Raja Prancis. Raja yang telah mendengar kedatangan
dari khalifah tersebut menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan
berlimpah ruah. Makanan tersebut beraneka ragam. Namun, sebelum makan sang
khalifah bertanya kepada raja.
Khalifah : “Wahai raja, bahan makanan apa saja
yang anda sediakan ini?”
Raja :”Bahan
makanan yang saya sediakan terdiri dari daging ayam,
daging unta, daging babi dan sapi yang saya
impor dari Indonesia”
Khalifah :”Apa babi?” (wajah terkejut)
Raja :”Iya khalifah, ada apa khalifah?
Daging babi ini sangat empuk dan
lezat, ini
adalah makanan favorit saya.” (dengan wajah semangat)
Khalifah :”Oh begitu rupanya, tetapi beribu maaf
saya tidak dapat menikmati
semua
makanan anda.”
Raja :”Kenapa begitu wahai khalifah?
Bukannya semua makanan ini tampak
lezat?”
(penasaran)
Khalifah :”Sekali lagi maaf raja, saya tidak dapat
memakan daging babi.”
Raja :”Kenapa begitu wahai khalifah?”
(dengan nada bicara agak tinggi)
Khalifah :”Saya sudah kenyang wahai raja,
eeeehhkkk” (sambil sendawa)
Raja :”Oh baiklah kalau begitu wahai khalifah”
(dengan wajah senang)
Setelah itu Raja mengajak khalifah
jalan-jalan mengelilingi istananya yang sangat megah. Namun raja terus saja
memikirkan kenapa sang khalifah tidak bersedia makan daging babi, raja berpikir
tidak mungkin khalifah itu tidak lapar setelah menempuh perjalanan sangat jauh.
Raja pun menanyakan hal itu lagi kepada sang khalifah.
Raja :”Maaf khalifah, saya ingin tau,
kenapa khalifah tidak mau memakan
makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah
tidak lapar setelah
menempuh
perjalanan yang jauh.”
Khalifah :”Karena daging babi itu haram wahai
raja.”
Mendengar perkataan khalifah tersebut,
raja menjadi naik darah dan ingin berbicara empat mata dengan sang khalifah.
Tapi sebelum itu khalifah diberi hukuman oleh sang raja karena sudah
menyinggung perasaannya. Hukumannya adalah sang khalifah disuruh mencuci piring
didapur. Setelah itu sang khalifah menemui raja di ruangan khusus pribadi milik
raja.
Raja :”Hei kau khalifah, mengapa daging
selezat babi kau anggap haram?”
(dengan nada tinggi)
Khalifah :”Wahai raja, asal raja tau daging babi
itu kotor dan banyak
penyakitnya, jadi kita tidak boleh memakannya.”
Raja :”Tapi daging babi adalah daging
berkualitas tinggi dan daging babi
ini
sudah kami bersihkan, sampai baunya pun tidak ada sama sekali. Lalu kenapa
khalifah tetap tidak mau memakannya?”
Khalifah :”Ya sudah kalau begitu, sekarang saya
meminta raja memasukkan 2
babi jantan dan
1 babi betina dalam satu kandang, lalu bandingkan
dengan 2 ekor ayam jantan dengan 1 ekor ayam
betina dalam satu
kandang pula. Dan lihat apa yang mereka lakukan.”
Raja
terkejut mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang
khalifah. Setelah memasukkan kedalam kandang. Sang raja terpukau saat melihat
ayam jantan saling berebut ayam betina untuk menjadi pasangannya sampai salah
satu ayam jantan tersebut mati. Sedangkan babi saling berbagi dengan sejenisnya
bahkan babi betina tak dihiraukan.
Raja
sangat terkejut melihat kejadian itu, dan langsung kembali ke istana. Namun
raja penasaran bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi
alias sang raja terhipnotis oleh ulah babi. Malamnya pun raja memanggil
prajurit dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Sang permaisuri pun dengan ramah
menerima ajakan sang raja. Tanpa diduga-duga raja mengikuti apa yang dilakukan
babi alias berhubungan sesama jenis. Tidak sengaja prajurit lain mengintip dari
lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak wajar
yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada sang
khalifah.
Keesokan
harinya sang permaisuri menangis dan pulang ke negeri ayahnya yaitu negeri
Inggris. Dan mengadukan semua perbuatan bejat sang raja. Raja Inggris pun
sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya. Inggris pun
menyerang Prancis. Karena prancis tidak ada persiapan dan keadaan istana sedang
kacau, Prancispun kalah dalam peperangan tersebut. Dan raja Inggris berniat
untuk menjodohkan putrinya pada sang Khalifah yang sangat baik. Namun sang
khalifah memberi syarat agar sang putrid an raja Inggris memeluk Islam, mereka
pun menurutinya, dan khalifah menikah dengan sang putri.
~SEKIAN~
A.
Penokohan :
1.
Raja Prancis :
a.
Baik hati,
dibuktikan dengan raja menerima dengan senang hati kedatangan sang khalifah. Terdapat
dalam kalimat ”..Raja yang telah mendengar kedatangan dari khalifah tersebut
menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan berlimpah ruah. Makanan
tersebut beraneka ragam…”
b.
Pemarah,
dibuktikan dengan beberapa kali bicara dengan nada tinggi.
c.
Penasaran dan selalu ingin
tahu,
dibuktikan dengan menanyakan lagi kenapa sang khalifah tidak mau memakan daging
babi. Dalam kalimat ”Maaf khalifah, saya ingin tau, kenapa khalifah tidak mau
memakan makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah tidak lapar setelah
menempuh perjalanan yang jauh.”
Dan juga raja yang penasaran
dengan hal yang dilakukan babi, terdapat dalam kalimat ”…Namun raja penasaran
bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi alias sang raja
terhipnotis oleh ulah babi…”
d.
Gampang terpengaruh,
dibuktikan dengan Raja yang langsung mengikuti kata khalifah untuk memasukkan
beberapa babi dan ayam dalam kandang, terdapat dalam kalimat “Raja terkejut
mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang
khalifah…”
Dan juga mengikuti perilaku babi
yang dilihatnya, terdapat dalam kalimat “…Malamnya pun raja memanggil prajurit
dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Raja mengikuti apa yang dilakukan babi
alias berhubungan sesama jenis…”
2.
Sang Khalifah :
a.
Baik hati.
Dibuktikan dengan kalimat “Hiduplah seorang khalifah yang sangat baik,
berperawakan tinggi besar, berkulit putih, hidung mancung.”
b.
Ramah dan dermawan.
Dibuktikan dengan kalimat “…Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan,
hampir seluruh warga di negerinya mengenalnya…”
c.
Tidak pantang menyerah.
Dibuktikan dengan sang khalifah yang selalu berdakwah ke berbagai negeri,
meskipun bahaya ada didepan mata, dan banyak hambatan. Terdapat dalam kalimat
“..Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain, segala rintangan beliau hadapi,
mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian warga yang tidak mau menerima
dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah semangat untuk menyebarkan
Islam.”
d.
Teliti sebelum bertindak.
Dibuktikan dengan sang khalifah bertanya terlebih dahulu kepada sang raja bahan
makanan apa saja yang dihidangkan oleh raja. Terdapat dalam kalimat “Wahai
raja, bahan makanan apa saja yang anda sediakan ini?”
e.
Penyabar.
Dibuktikan dengan meskipun raja selalu bertanya kenapa ia tidak mau memakan
babi dan selalu menyalahkan pendapat khalifah, tetapi khalifah selalu menjawab
pertanyaan raja.
3.
Prajurit.
a.
Tegas dan adil.
Dibuktikan dengan prajurit mengadukan perbuatan bejat rajanya sendiri terhadap
sang khalifah. Terdapat dalam kalimat ”…Tidak sengaja prajurit lain mengintip
dari lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak
wajar yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada
sang khalifah.”
4.
Sang Putri.
a.
Ramah dan penurut.
Dibuktikan dengan selama menjadi permaisuri raja Prancis sang putri selalu
menuruti dan ramah terhadap raja. Terdapat dalam kalimat ”…Sang permaisuri pun
dengan ramah menerima ajakan sang raja...”
5.
Raja Inggris.
a.
Pemarah dan tegas.
Dibuktikan dengan raja Inggris sangat marah ketika mengetahui perbuatan bejat
raja Prancis, dan langsung menyerang prancis. Terdapat dalam kalimat “…Raja
Inggris pun sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya.
Inggris pun menyerang Prancis…”






0 komentar:
Posting Komentar