Senin, 28 April 2014

Contoh Cerpen dan Penokohannya



KHALIFAH SANG PEMBAWA KEBENARAN

Hiduplah seorang khalifah yang sangat baik, berperawakan tinggi besar, berkulit putih, hidung mancung. Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan, hampir seluruh warga di negerinya mengenalnya. Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain, segala rintangan beliau hadapi, mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian warga yang tidak mau menerima dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah semangat untuk menyebarkan Islam.
Hingga suatu saat ia memutuskan untuk berdakwah ke negeri Prancis. Berhari-hari ia mengarungi lautan untuk ke Prancis. Sesampainya di Prancis pendakwah tersebut meminta izin perjalanan dan berdakwah kepada Raja Prancis.
Berjalanlah khalifah tersebut ke Istana Raja Prancis. Raja yang telah mendengar kedatangan dari khalifah tersebut menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan berlimpah ruah. Makanan tersebut beraneka ragam. Namun, sebelum makan sang khalifah bertanya kepada raja.
Khalifah       : “Wahai raja, bahan makanan apa saja yang anda sediakan ini?”
Raja             :”Bahan makanan yang saya sediakan terdiri dari daging ayam,
  daging unta, daging babi dan sapi yang saya impor dari Indonesia”
Khalifah       :”Apa babi?” (wajah terkejut)
Raja             :”Iya khalifah, ada apa khalifah? Daging babi ini sangat empuk dan
 lezat, ini adalah makanan favorit saya.” (dengan wajah semangat)
Khalifah       :”Oh begitu rupanya, tetapi beribu maaf saya tidak dapat menikmati
 semua makanan anda.”
Raja             :”Kenapa begitu wahai khalifah? Bukannya semua makanan ini tampak
 lezat?” (penasaran)
Khalifah       :”Sekali lagi maaf raja, saya tidak dapat memakan daging babi.”
Raja             :”Kenapa begitu wahai khalifah?” (dengan nada bicara agak tinggi)
Khalifah       :”Saya sudah kenyang wahai raja, eeeehhkkk” (sambil sendawa)
Raja             :”Oh baiklah kalau begitu wahai khalifah” (dengan  wajah senang)
          Setelah itu Raja mengajak khalifah jalan-jalan mengelilingi istananya yang sangat megah. Namun raja terus saja memikirkan kenapa sang khalifah tidak bersedia makan daging babi, raja berpikir tidak mungkin khalifah itu tidak lapar setelah menempuh perjalanan sangat jauh. Raja pun menanyakan hal itu lagi kepada sang khalifah.
Raja             :”Maaf khalifah, saya ingin tau, kenapa khalifah tidak mau memakan
  makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah tidak lapar setelah
  menempuh perjalanan yang jauh.”
Khalifah       :”Karena daging babi itu haram wahai raja.”
          Mendengar perkataan khalifah tersebut, raja menjadi naik darah dan ingin berbicara empat mata dengan sang khalifah. Tapi sebelum itu khalifah diberi hukuman oleh sang raja karena sudah menyinggung perasaannya. Hukumannya adalah sang khalifah disuruh mencuci piring didapur. Setelah itu sang khalifah menemui raja di ruangan khusus pribadi milik raja.
Raja             :”Hei kau khalifah, mengapa daging selezat babi kau anggap haram?”
  (dengan nada tinggi)
Khalifah       :”Wahai raja, asal raja tau daging babi itu kotor dan banyak
  penyakitnya, jadi kita tidak boleh memakannya.”
Raja             :”Tapi daging babi adalah daging berkualitas tinggi dan daging babi
ini sudah kami bersihkan, sampai baunya pun tidak ada sama sekali. Lalu kenapa khalifah tetap tidak mau memakannya?”
Khalifah       :”Ya sudah kalau begitu, sekarang saya meminta raja memasukkan 2
babi jantan dan  1 babi betina dalam satu kandang, lalu bandingkan
dengan 2 ekor ayam jantan dengan 1 ekor ayam betina dalam satu
kandang pula. Dan lihat apa yang mereka lakukan.”
Raja terkejut mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang khalifah. Setelah memasukkan kedalam kandang. Sang raja terpukau saat melihat ayam jantan saling berebut ayam betina untuk menjadi pasangannya sampai salah satu ayam jantan tersebut mati. Sedangkan babi saling berbagi dengan sejenisnya bahkan babi betina tak dihiraukan.
Raja sangat terkejut melihat kejadian itu, dan langsung kembali ke istana. Namun raja penasaran bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi alias sang raja terhipnotis oleh ulah babi. Malamnya pun raja memanggil prajurit dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Sang permaisuri pun dengan ramah menerima ajakan sang raja. Tanpa diduga-duga raja mengikuti apa yang dilakukan babi alias berhubungan sesama jenis. Tidak sengaja prajurit lain mengintip dari lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak wajar yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada sang khalifah.
Keesokan harinya sang permaisuri menangis dan pulang ke negeri ayahnya yaitu negeri Inggris. Dan mengadukan semua perbuatan bejat sang raja. Raja Inggris pun sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya. Inggris pun menyerang Prancis. Karena prancis tidak ada persiapan dan keadaan istana sedang kacau, Prancispun kalah dalam peperangan tersebut. Dan raja Inggris berniat untuk menjodohkan putrinya pada sang Khalifah yang sangat baik. Namun sang khalifah memberi syarat agar sang putrid an raja Inggris memeluk Islam, mereka pun menurutinya, dan khalifah menikah dengan sang putri.

~SEKIAN~












A.   Penokohan :
1.     Raja Prancis :
a.    Baik hati, dibuktikan dengan raja menerima dengan senang hati kedatangan sang khalifah. Terdapat dalam kalimat ”..Raja yang telah mendengar kedatangan dari khalifah tersebut menyambut khalifah dengan makanan yang lezat dan berlimpah ruah. Makanan tersebut beraneka ragam…”
b.    Pemarah, dibuktikan dengan beberapa kali bicara dengan nada tinggi.
c.    Penasaran dan selalu ingin tahu, dibuktikan dengan menanyakan lagi kenapa sang khalifah tidak mau memakan daging babi. Dalam kalimat ”Maaf khalifah, saya ingin tau, kenapa khalifah tidak mau memakan makanan favorit saya? Tidak mungkin khalifah tidak lapar setelah menempuh perjalanan yang jauh.”
Dan juga raja yang penasaran dengan hal yang dilakukan babi, terdapat dalam kalimat ”…Namun raja penasaran bagaimana rasanya melakukan hal yang sama seperti babi tadi alias sang raja terhipnotis oleh ulah babi…”
d.    Gampang terpengaruh, dibuktikan dengan Raja yang langsung mengikuti kata khalifah untuk memasukkan beberapa babi dan ayam dalam kandang, terdapat dalam kalimat “Raja terkejut mendengar perkataan sang khalifah, tapi raja mengikuti saja kata sang khalifah…”
Dan juga mengikuti perilaku babi yang dilihatnya, terdapat dalam kalimat “…Malamnya pun raja memanggil prajurit dan permaisuri masuk ke dalam kamar. Raja mengikuti apa yang dilakukan babi alias berhubungan sesama jenis…”

2.    Sang Khalifah :
a.    Baik hati. Dibuktikan dengan kalimat “Hiduplah seorang khalifah yang sangat baik, berperawakan tinggi besar, berkulit putih, hidung mancung.”
b.    Ramah dan dermawan. Dibuktikan dengan kalimat “…Khalifah ini terkenal sangat ramah dan dermawan, hampir seluruh warga di negerinya mengenalnya…”
c.    Tidak pantang menyerah. Dibuktikan dengan sang khalifah yang selalu berdakwah ke berbagai negeri, meskipun bahaya ada didepan mata, dan banyak hambatan. Terdapat dalam kalimat “..Ia sudah berdakwah ke banyak negeri lain, segala rintangan beliau hadapi, mulai dari terjangan ombak laut, hingga cacian warga yang tidak mau menerima dakwahnya. Namun hal ini tak membuat ia patah semangat untuk menyebarkan Islam.”
d.    Teliti sebelum bertindak. Dibuktikan dengan sang khalifah bertanya terlebih dahulu kepada sang raja bahan makanan apa saja yang dihidangkan oleh raja. Terdapat dalam kalimat “Wahai raja, bahan makanan apa saja yang anda sediakan ini?”
e.    Penyabar. Dibuktikan dengan meskipun raja selalu bertanya kenapa ia tidak mau memakan babi dan selalu menyalahkan pendapat khalifah, tetapi khalifah selalu menjawab pertanyaan raja.

3.    Prajurit.
a.    Tegas dan adil. Dibuktikan dengan prajurit mengadukan perbuatan bejat rajanya sendiri terhadap sang khalifah. Terdapat dalam kalimat ”…Tidak sengaja prajurit lain mengintip dari lubang kunci kamar raja. Prajurit sangat terkejut dengan hal yang tidak wajar yang dilakukan rajanya sendiri. Prajurit tersebutpun mengadukannya kepada sang khalifah.”

4.    Sang Putri.
a.    Ramah dan penurut. Dibuktikan dengan selama menjadi permaisuri raja Prancis sang putri selalu menuruti dan ramah terhadap raja. Terdapat dalam kalimat ”…Sang permaisuri pun dengan ramah menerima ajakan sang raja...”

5.    Raja Inggris.
a.    Pemarah dan tegas. Dibuktikan dengan raja Inggris sangat marah ketika mengetahui perbuatan bejat raja Prancis, dan langsung menyerang prancis. Terdapat dalam kalimat “…Raja Inggris pun sangat marah dengan perilaku raja Prancis terhadap putrinya. Inggris pun menyerang Prancis…”

0 komentar:

Posting Komentar