AUTO-STABILIZER SYSTEM OF
QUALITY DISSOLVE
OXYGEN (ASQUDO): PERANGKAT
APLIKASI DO METER MENGGUNAKAN SENSOR O2 BERBASIS ANDROID DENGAN
ANTARMUKA ARDUINO SEBAGAI PEMELIHARA KUALITAS OKSIGEN TERLARUT DI PERTAMBAKAN
Izzatun Navis1 ,Mochamad
Khoirul Rifai2,
Nisa Yuniar3, Rizal Fanany4
1Pendidikan
Matematika, 2Fisika, 3Pendidikan Luar Sekolah, 4Biologi
1Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, 3Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, , 4Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Jl.
Semarang No. 5 Malang 65145 Jawa Timur
Abstrak.
Kondisi pencemaran air di suatu perairan dapat
diindikasikan dengan mengetahui keberadaan atau besar kecilnya muatan oksigen
di dalam air. Air dikatakan tercemar apabila
kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa
digunakan sesuai peruntukannya. Usaha pengembangan budidaya tambak yang
sekarang dilakukan masih perlu penentuan strategi pengembangan budidaya yang
sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah pengembangan. Kadar O2 air
dalam pertambakan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan ikan
yang mengakibatkan jika terlalu rendah akan mengancam kematian ikan. Oleh sebab
itu dibutuhkan suatu perangkat aplikasi pemantauan atau monitoring serta sistem
informasi mengenai kualitas air secara dini menggunakan sensor. Penulis menawarkan gagasan solutif untuk mendeteksi
tingkat pencemaran air secara dini serta melakukan penanggulangan kadar oksigen yang terlalu rendah di
pertambakan. ASQUDO merupakan sebuah
perangkat aplikasi DO meter dengan menggunakan
sensor O2 berbasis android
dengan antarmuka Arduino. Aplikasi ini berbasis android pada Mobile dimana hasil pembacaan sensor
akan divisualisasikan langsung pada layar Mobile serta dapat dihubungkan dengan Aerator untuk menjaga resirkulasi dan
distribusi dissolve oxygen di pertambakan.
Kata Kunci:
Arduino, Mobile, Kualitas Oksigen
terlarut, Sensor O2, Pertambakan
Abstract. The
condition of water pollution in the waters can
be indicated by knowing the existence or the quantity of
oxygen charge in the water. The water is categorized
as polluted if the quality decreases to the harming level
so that water could not be used as its functions. The fishpond
development that still need to be done by now is the
determination of the
appropriate cultivar development strategy to the
potential development of the region and conditions.
The O2 levels of the water in the fishpond influence
the growth and the development of the fish which inflict
in and if it is too low would threaten the death
of the fish. Therefore it needs a monitoring application and a
system which provides an information regarding the water
quality as early as possible by the using of sensors. The
authors propose an idea to detect the level of the water
pollution early on and also doing prevention of the low of the oxygen
levels in the fishpond. ASQUDO is a DO meter application by
using O2 sensor android-based with Arduino interface. This
android-based application on Mobile which the result of the sensor
reading will be visualized directly on the
Mobile screen and can be connected with
an Aerator to keep the recirculation and distribution
of dissolve oxygen on fishpond.
Keywords:
Arduino, Mobile, the quality of dissolved oxygen, O2 Sensor,
fishpond
1.
Pendahuluan
Oksigen merupakan salah satu unsur makronutrient yang
sangat penting bagi kelangsungan hidup dan proses fisiologis maupun metabolisme
di dalam tubuh organisme hidup (Mukti, dkk, 2003). Oksigen terlarut mempunyai arti
penting dalam budidaya. Sumber utama oksigen di air tambak berasal dari
aktivitas fotosintesis dan difusi udara ke dalam air. Oksigen terlarut
bermanfaat untuk respirasi berbagai organisme perairan. Rendahnya kadar oksigen
dapat berpengaruh terhadap fungsi biologis dan lambatnya pertumbuhan, bahkan
dapat mengakibatkan kematian. Fungsi oksigen di tambak selain untuk pernapasan
organisme, juga untuk mengoksidasi bahan organik yang terdapat di dasar tambak
menjadi bahan anorganik yang dapat dimanfaatkan.
Oksigen terlarut juga merupakan
parameter kunci kualitas air (Hickling, 1971 dalam Mukti dkk., 2003).
Tersedianya oksigen terlarut dalam air sangat menentukan kehidupan udang dan
ikan. Oksigen terlarut dalam suatu perairan diperoleh melalui difusi dari udara
ke dalam air, aerasi mekanis, dan fotosintesis tanaman akuatik. Sementara itu,
oksigen terlarut dalam air dapat berkurang akibat adanya respirasi dan
pembusukan bahan organik pada dasar perairan (Departement of Primary Industries
and Resources of South Australia, 2003). Kualitas air
dapat dilihat dari kadar oksigen yang larut di dalam air. Kebutuhan oksigen
ikan dipengaruhi oleh umur, aktivitas serta kondisi perairan. Semakin tua dan
semakin besar ukuran ikan, konsumsi oksigen semakin rendah (Fujaya, 2002)
Besar kecilnya muatan oksigen terlarut
dalam perairan dapat mengindikasikan adanya pencemaran di perairan. Pencemaran air adalah penambahan unsur atau organisme laut
kedalam air, sehingga dapat mengganggu pemanfaatannya. Pencemaran air dapat
menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial, karena adanya gangguan oleh adanya
zat-zat beracun atau muatan bahan organik yang berlebih. Untuk
menentukan status muatan oksigen di
dalam air perlu dilakukan pengukuran
besarnya BOD (Biological Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen biologis
untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme, dan atau COD
(Chemical Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi
terhadap bahan buangan di dalam air. BOD adalah angka indeks oksigen yang
diperlukan oleh bahan pencemar yang dapat teruraikan (biodegradable pollutant)
di dalam suatu sistem perairan selama berlangsungnya proses dekomposisi
aerobic. BOD juga dapat diartikan sebagai angka indeks untuk tolok ukur tingkat
pencemar dari limbah yang berada dalam suatu sistem perairan (Asdak, 1995).
Hypoxia
merupakan fenomena yang terjadi dalam lingkungan akuatik akibat adanya
penurunan konsentrasi oksigen terlarut sampai batas yang dapat merugikan
kehidupan organisme akuatik yang hidup di dalamnya (Free Encyclopedia, 2009).
Hypoxia dapat terjadi pada perairan karena adanya konsumsi oksigen yang lebih
besar dibandingkan dengan produksi oksigen. Kadar oksigen terlarut yang rendah
dapat berpengaruh terhadap fungsi dan lambatnya pertumbuhan, bahkan dapat
mengakibatkan kematian ikan (Mahasri, 2006).
Konsentrasi
oksigen terlarut tergantung pada faktor fisika dan biologi. Beberapa faktor
fisika yang mempengaruhi konsentrasi atau kelarutan oksigen terlarut dalam air
antara lain suhu, salinitas, dan tekanan atmosfer. Adapun faktor biologisnya
seperti kepadatan organisme perairan, karena semakin padat organisme perairan
maka laju laju respirasi tersebut akan menyebabkan berkurangnya oksigen
terlarut di dalam air (Schramm, 1997), dimana penurutnan konsentrasi oksigen
terlarut hingga batas titik kritis akan menyebabkan hypoxia. Hypoxia terjadi pada konsentrasi oksigen
di bawah 2mg/L.
Budidaya tambak di Indonesia mulai
digalakkan sejak awal pelita IV. Menurut Nontji (1992) dalam Sari 2002, menyatakan
bahwa beberapa hal yang merupakan masalah dalam pengembangan perikanan,
diantaranya adalah pencemaran yang terjadi di perairan pantai akibat kegiatan
manusia di daratan serta belum berkembangnya budidaya perikanan laut sehingga
antara perikanan laut masih sangat bergantung pada hasil penangkapan. Kadar O2
air dalam pertambakan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan
perkembangan ikan yang mengakibatkan jika terlalu rendah akan mengancam
kematian ikan.
Pada
umumnya, hewan air perlu oksigen terlarut dengan konsentrasi 5.0 mg/L atau
lebih untuk bisa hidup dan berkembang. Tetapi, jumlah kebutuhan oksigen
bervariasi, tergantung seberapa besar hewan air tersebut, dan di mana hewan
tersebut hidup.
Oleh sebab itu dibutuhkan suatu perangkat
aplikasi pemantauan atau monitoring sistem informasi mengenai kualitas air
secara dini menggunakan sensor serta sistem yang bisa menstabilkan kembali
kadar oksigen terlarut pada pertambakan.
Menyiasati fenomena di atas penulis menawarkan
gagasan solutif untuk
mendeteksi tingkat pencemaran air secara dini serta
melakukan penanggulangan kadar oksigen yang terlalu rendah di pertambakan.
ASQUDO (Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen) merupakan
sebuah perangkat aplikasi DO meter dengan menggunakan
sensor O2 berbasis android dengan
antarmuka Arduino. Aplikasi ini berbasis android pada Mobile dimana hasil pembacaan sensor akan divisualisasikan langsung
pada layar Mobile serta dapat dihubungkan dengan Aerator untuk
menjaga resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen di pertambakan. Sehingga petani tambak dapat mengetahui kondisi aktual dari tambak yang
dikelolanya melalui mobile phone, dan memungkinkan petani tambak untuk
mengelola tambaknya dari rumah. Selama ini belum ada sensor pendeteksi
yang mampu menampilkan hasil secara langsung serta penjagaan resirkulasi dan
distribusi dissolve
oxygen otomatis pada Mobile
petugas yang berwenang. Sehingga solusi yang penulis tawarkan akan sangat
bermanfaat untuk perkembangan inovasi teknologi dan membantu masyarakat
mengetahui secara dini tingkat pencemaran air di pertambakan
Penelitian
ini bertujuan untuk menerapkan peringatan dini akan pencemaran air atau kadar O2
dalam pertambakan serta berusaha untuk menjaga kualitas kadar O2 terlarut pada
air dengan menggunakan teknologi yang sesuai. Sedangkan tujuan penulisan ini
adalah untuk mendiskripsikan cara merancang Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO), menjelaskan konsep dan mekanisme
kerja Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO), menjelaskan teknik implementasi
dari Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO). Hipotesa yang penulis tawarkan
merupakan gagasan yang akan menjadi sebuah terobosan baru dalam penanggulangan
pencemaran air atau kadar O2 dalam air tambak khususnya bagi
pengusaha hasil tambak di Indonesia.
2.
Metode Penelitian
Jenis Penulisan
Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif, menurut Lexy J.Moleong yang mengutip pendapat Bogdan Taylor bahwa
penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati (Arikunto, 1998:114).
Sesuai dengan definisi diatas, Krik dan
Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam
ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan
terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang
tersebut dalam bahasannya dan dalam peristilahannya.
Penelitian ini adalah penelitian studi
teks atau studi pustaka. Studi teks menurut Noeng Muhadjir mencakup: pertama,
telaah teoritik suatu disiplin ilmu yang perlu dilanjutkan secara empirik untuk
memperoleh kebenaran secara empirik pula. Kedua, studi yang berupaya
mempelajari seluruh obyek penelitian secara filosofis atau teoritik dan terkait
dengan validitas. Ketiga, studi yang berupaya mempelajari teoritik linguistic.
Keempat, adalah studi karya sastra (Bungin, 2001:129).
Adapun
penelitian ini lebih dekat dengan jenis studi pustaka yang pertama
dimana studi ini berusaha menelaah
perangkat aplikasi DO meter menggunakan sensor O2 berbasis
Android dengan antar muka Arduino. Kedua studi ini berusaha menelaah Aerator sebagai
resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen di pertambakan.
Fokus Penulisan
Fokus
dalam penelitian ini adalah kadar O2 air dalam pertambakan yang
sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan ikan. Menggunakan
perangkat aplikasi pemantauan atau monitoring serta sistem informasi mengenai
kualitas air secara dini menggunakan sensor.
Sumber Data
Sumber data adalah segala sesuatu yang
dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan
menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang
dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang
ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber
pertama atau tempat objek penelitian dilakukan. Data sekunder yaitu data yang
telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang
dihadapi. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah
literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan
penelitian yang dilakukan (Sugiyono,2009).
Teknik Pengumpulan Data
Teknik
Pengumpulan data yang digunakan sebagai bahan analisis didapatkan dari berbagai
sumber antara lain:
a. Studi Pustaka
Studi pustaka digunakan sebagai landasan
teori dan pijakan penulis dalam menganalisis masalah yang dikaji. Studi pustaka
didapatkan dari teori dan pendapat para ahli baik dari buku, jurnal, skripsi
maupun hasil penelitian.
b. Pengamatan
Hasil pengamatan terhadap permasalahan yang
terjadi digunakan sebagai titik tolak terhadap pembahasan suatu masalah, dan
mencari masalah mana yang paling penting sehingga layak untuk diangkat.
Pengamatan ditujukan pada kasus konstruksi pemotong besi pada industri kecil yang
jarang menggunakan pengaman/pelindung telinga pada proses kerja.
Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam
karya tulis ini adalah deskriptif analitik, yaitu menganalisis permasalahan
yang ada dari hasil pengamatan atau identifikasi dan studi kepustakaan tentang
permasalahan serta hubungan antara masalah tersebut yang didasarkan pada suatu
teori atau konsep keilmuan yang relevan. Peneliti mengangkat
permasalahan-permasalahan yang terjadi mengenai pencemaran air di Indonesia.
Berdasarkan karakteristik yang terdapat pada permasalahan tersebut, maka
peneliti berusaha menggunakan metode pemecahan masalah yang sesuai dengan
konteks permasalahan sebagai solusi yang efektif. Dengan menganalisis konteks masalah, peneliti mengangkat sebuah gagasan
yaitu menciptakan aplikasi pendeteksi tingkat pencemaran air berbasis android. Penulis
juga mensintesis gagasan-gagasan tersebut dalam penerapan aplikasi pendeteksi
tingkat pencemaran air dengan pemerintah yang menganani hal tersebut sebagai
pelaksana program untuk membantu dalam merealisasikan gagasan tersebut.
Gambar 2. Tahapan
Penelitian
|
Tahapan Penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
3.
Hasil dan Pembahasan
Cara Merancang Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
sebagai Perangkat Aplikasi Pendeteksi Dini
Pencemaran Air serta Resirkulasi dan Distribusi
Dissolve Oxygen
Auto-Stabilizer System
of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
dapat dirancang melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan
ini yang dapat menentukan kebutuhan monitoring secara dini tingkat pencemaran
air di suatu titik serta resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen.
Persiapan
alat dan bahan adalah tahapan untuk menentukan komponen yang diperlukan dalam
merakit alat monitoring secara dini tingkat
pencemaran air di suatu titik serta resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen.. Alat-alat
tersebut diantaranya adalah sensor O2, mikrokontroler, GSM shield,
Aerator, serta komponen-komponen tambahan lainnya. Setelah dilakukan analisa
kebutuhan selanjutnya adalah membuat rancangan prototype.
Alat
yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.
Sensor O2
Sensor adalah peralatan yang
digunakan untuk merubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga
dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu. Hasil pembacaan
dari sensor ini akan dapat dilihat langsung melalui alat ukur beda potensial
listrik (voltmeter), maupun disalurkan/dihubungkan langsung ke perangkat mikrokontroler
(arduino). Dalam penelitian ini,
keluaran (output) sensor dihubungkan
langsung ke perangkat mikrokontroler.
b.
Arduino mikro
Karakteristik arduino mikro:
·
Mikrokontroler Atmega32U4
·
Catu daya 5 volt
·
Tegangan input (rekomendasi) 7-12 volt
·
Arus DC setiap pin 20 mA
·
Flash memory 32 KB
|
·
EEPROM 1 KB
·
Clock speed 16 MHz
·
Panjang 48 mm
·
Lebar 18 mm
·
Berat 13 g
|
c.
GSM shield
GSM Shield merupakan
modul yang dapat dipasang ke mikrokontroler Arduino
mikro agar dapat menerima/mengirim SMS, menerima/membuat panggilan suara
dan komunikasi data GPRS dengan terlebih dahulu memasangkan SIM card operator
pada GSM shield-nya. Spesifikasi
GSM Shield yaitu :
·
Catu daya 5 volt dari mikrokontroler
·
Frekuensi GSM850MHz dan GSM900MHz
d.
Mobile Android
Hasil pembacaan sensor O2
akan ditampilkan pada layar mobile. Terdapat satu sistem yang setiap kali
dapat menunjukkan kadar oksigen yang terlarut. Dan jika jumlah oksigen terlarut
dalam air tersebut menunjukkan angka dibawah angka 5 ppm sebagai batas minimal,
maka android akan menampilkan pada notifikasi. Sehingga tanpa membuka program
hasil pembacaan sensor, petugas akan mengetahuinya. Kemudian memberitahukan
kepada masyarakat terkait bahwa air telah tercemar.
e. Aerator
Aerator adalah sebuah mesin
penghasil gelembung udara yang gunanya adalah menggerakkan air di pertambakan agar
airnya kaya akan oksigen terlarut yang mana sangat dibutuhkan oleh semua ikan
air tawar dan air
laut. Prinsip kerja
aerasi adalah membuat kontak antara air dan oksigen yaitu dengan penambahan
oksigen ke dalam air sehingga oksigen terlarut di dalam air akan semakin tinggi
dengan cara memperluas areal permukaan yang kontak dengan udara. Mencampurkan air
yang beroksigen tinggi dengan air yang beroksigen rendah.
Penambahan oksigen
ke dalam air melalui beberapa tahap antara lain sebagai berikut: 1. Transfer
oksigen ke gas liquid interface atau gas (udara ini menyentuh lapisan permukaaan
air). 2. Gas atau oksigen memotong pada permukaan film (lapisan air). 3. Gas
atau oksigen masuk ke dalam badan air.
Kemudian
tahapan pembuatan sistem monitoring secara dini tingkat pencemaran air melalui
aplikasi android agar dapat mengirim pesan pembacaan kadar oksigen secara
otomatis yang selanjutnya user dapat
melakukan permintaan untuk memberi perlakuan tertentu di tambak untuk
meningkatkan kadar oksigen terlarut.
Berikut
merupakan gambar skema integrasi antar perangkat keras dan perangkat lunak pada
ASQUDO (Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen):
Gambar 3.
Skema Integrasi Antar Perangkat Keras dan
Perangkat Lunak
Konsep dan Mekanisme Kerja Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
Penguasaan
teknologi sensor ini sangat diperlukan mengingat aplikasinya yang terus
berkembang dan kebutuhan sensor khususnya sebagai alat deteksi ataupun
pemantauan di dalam negeri masih diimpor, salah satunya adalah sebagai deteksi
atau pemantauan kualitas air di pertambakan.
Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
memiliki banyak manfaat diantaranya adalah dapat memberi peringatan dini
kepada masyarakat akan adanya pencemaran air sehingga masyarakat bisa waspada
serta memberi peringatan pada pemilik usaha tambak mengenai kadar oksigen
terlalur yang ada pada tambak. Selain itu, ASQUDO merupakan resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen di pertambakan. Sehingga petani tambak dapat mengetahui kondisi aktual dari tambak yang
dikelolanya melalui mobile phone, dan memungkinkan petani tambak untuk
mengelola tambaknya dari rumah.
Dibawah
ini merupakan skema integrasi antara sensor dan android yang mungkin terjadi.
Namun dalam perangkat ini difokuskan pada output
berbasis mobile via SMS.
Alasannya adalah karena GSM Shield
(via SMS) memiliki jangkauan yang luas tanpa batas. Jadi dimanapun user berada, sensor akan tetap
mengirimkan pesan kondisi kadar O2 terlarut.
Micro
Controller
|
Mobile
(Via bluetooth)
|
komputer
|
Mobile
via SMS
|
Mobile
via wifi
|
Sensor Dissolved
Oxigen (DO)
|
Gambar
4. Skema integrasi antara sensor dan
android
|
Selanjutnya dijelaskan terkait langkah kerja sensor sesuai
dengan bagan dibawah ini.
Gambar 5. Langkah Kerja Sensor
Media
pendukung dalam perangkat ini adalah mobile
android. Konten aplikasi yang terdapat dalam ASQUDO tidak dapat dipisahkan.
Perangkat ASQUDOini didukung oleh antarmuka arduino.
Kemudian bagan dibawah ini menjelaskan
alur dan langkah pembuatan software ASQUDO.apk.
Gambar 6. Alur Pembuatan Software
Pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
Pihak-pihak yang dapat membantu mengimplementasi Auto-Stabilizer System of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO) antara lain:
a. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Berperan dalam
membuat peraturan mengenai batas normal air yang aman digunakan.
b. Ahli lingkungan dan ahli perancangan alat
Ahli lingkungan dan
ahli perancangan alat membantu dalam perancangan perangkat aplikasi ASQUDO.
c. Dinas
Perikanan Kota Malang
Dinas Perikanan Kota Malang
berperan dalam mensosialisasikan dan memantau penggunaan ASQUDO.
d. Pemerintah
Pemerintah
dapat berperan aktif dalam melegalkan, mensosialisasikan, serta memberikan dana
untuk mengimplementasikan ASQUDO.
e. Masyarakat
Masyarakat berperan
dalam penggunaan ASQUDO.
4.
Kesimpulan
Auto-Stabilizer System
of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
merupakan representasi perangkat aplikasi monitoring tingkat pencemaran air
berdasarkan sensor O2. Aplikasi ini berbasis android pada Mobile dimana hasil pembacaan sensor
akan divisualisasikan langsung pada layar Mobile
dan dapat dihubungkan dengan
Aerator untuk menjaga resirkulasi dan distribusi dissolve oxygen di pertambakan
Auto-Stabilizer System
of Quality Dissolve Oxygen (ASQUDO)
dapat dirancang melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan
ini yang dapat menentukan kebutuhan monitoring secara dini tingkat pencemaran
air di suatu titik. Tahap pertama yaitu persiapan alat, kemudian
perancangan dengan pembuatan sistem sensor, selanjutnya pembuatan software
aplikasi ASQUDO.apk dan terakhir pengintegrasian antar keduanya.
Penelitian
ini bertujuan untuk memelihara kadar air terlarut dalam tambak
dengan menggunakan teknologi yang sesuai. Hipotesa yang penulis
tawarkan merupakan gagasan yang akan menjadi sebuah terobosan baru dalam
penanggulangan pencemaran air khususnya di Indonesia
Ucapan terima kasih
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu terselesaikannya
karya ini: Kedua Orang Tua ,
yang senantiasa memberi dorongan dan do’a restunya; Bapak Nugroho Adi Pramono selaku dosen yang memberikan bimbingan
kepada penulis untuk mendiskusikan permasalahan yang kami angkat; Tsania Nur
Diyana, M. Ilham Nurhakim, dan Eka Imbia Agus Diartika sebagai peneliti awal
sekaligus telah memberikan bimbingan atas karya tulis ilmiah ini; dan Teman-teman
UKM Al-Quran Study Club (ASC), sahabat pembinaan Karya Tulis Ilmiah Al-Quran
(KTIA) Universitas Negeri Malang dan semua pihak yang membantu terselesaikannya
karya ini.
Daftar Pustaka
1.
Alamendah. 2010.
Pencemaran Air di Indonesia. (Online, http://alamendah .org /2010/08/
01/ pencemaran-air-di-indonesia/, diakases pada tanggal 8 Desember 2015).
2.
Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada
University Press: Yogyakarta
3.
Badan Pusat
Statistik 2004
4.
Cahyaningsih,
Andriati & Budi Harsoyo. 2010. Distribusi
Spasial Tingkat Pencemaran Air di Das Citarum. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi
Cuaca. Vol. 11, No. 2. Hal 1-9
5.
Debataraja, Aminuddin, Robeth V.
Manurung, & Hiskia dkk. 2011.
Mikrotranduser Deteksi Kadar Oksigen Terlarut Aplikasi Monitoring Kualitas Air.
Jurnal Ilmiah Elite Elektro. Volume 2.
No. 2. Hal 73-78.http://tentangarduino.blogspot.co.id/2014/09/macam-macam-arduino-iniakan-saya.html
(12 Maret
2015)
6.
Departement of Primary
Industries and Resources of South Australia. 2003. Water Quality in Fresh
Aquaculture Ponds. http://www.pir.sa.gov.au/data/ assets/pdffile/0008/34001/watqual.pdf.22/08/09.p3
7.
Fujaya, Yasintha. (2002). Fisiologi Ikan. Makasar: Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
8.
Free Encyclopedia.
2009.Hypoxia (Environmental). http://en.allexperts.com/e/h/hy/hypoxia
(environmental).htm. 10/20/09. P.1
9.
Kementerian
Lingkungan Hidup RI tahun 2001
10. Mahasri,
G. 2006. Diktat Manajemen Kualitas Air. Program Studi S-1 Budidaya Perairan.
Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. Hal 29
11. Maulana, reza. 2015. Membuat Project ANDROID di ANDROID Studio.
(http://teknorial.com/membuat-project-android-di-android-studio/) diakses tanggal 12 Maret 2016.
12. Mukti,
A.T., Muhammad A., dan Woro H. 2003. Diktat Kuliah Dasar-Dasar Akuakultur. Program
Studi S-1 Budidaya Perairan. Fakultas Kedokteran Hewan. Universiras Airlangga,
Surabaya. Hal 47-52.
13.
National
Geographic. 2016. Air Sungai di Indonesia Tercemar Berat. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/air-sungai-di-indonesia-tercemar-
berat) diakses tanggal 27 September 2017.
14. Oktovani,
Yusuf, Arief Andy Soebroto, & Aswin Suharsono. Sistem Pengendalian Suhu Dan
Kelembaban Berbasis Wireless Embedded
System
15. PP
no 82 tahun 2001 pasal 8
16. Punaji, Setyosari. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan
Pengembangan. Jakarta :
Kencana.
17.
Rachmadi, Didi & Karlisa
Priandana. Sistem Monitoring Ketinggian Air Melalui SMS Berbasis Mikrokontroler
Arduino Uno. http://apps.cs.ipb.ac.id/ojs/files/journals/3/articles/294/submission/review/294-748-1-RV.pdf
18.
Salmin. 2000. Kadar Oksigen Terlarut di Perairan Sungai
Dadap, Goba, Muara Karang dan Teluk Banten. Dalam : Foraminifera Sebagai Bioindikator Pencemaran, Hasil
Studi di Perairan Estuarin Sungai Dadap, Tangerang (Djoko P. Praseno, Ricky
Rositasari dan S. Hadi Riyono, eds.) P3O - LIPI hal 42 – 46.
19.
Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (Do) dan Kebutuhan Oksigen
Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana. Volume XXX. Nomer 3. Hal 21-26.
20.
Sari, Rohita. 2002. Strategi Pengembangan Budidaya Tambak di Kabupaten
Tegal. Tesis Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Program Studi Magister
Manajemen Sumberdaya Pantai. Semarang: Universitas Diponegoro.
22.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
23.
Syahid. 2012. Rancang Bangun Robot Beroda Berbasis Android
Menggunakan Komunikasi USB. JTET. Vol. 1. Hal
33-42.










